Sejarah Clarks Desert Boots

Desert boots adalah boots kulit bertali setinggi pergelangan kaki yang outsolenya berbahan karet murni atau krep. Boots ini sangat tampan bila dipadu padankan dengan celana jeans atau chino. Dalam sejarahnya, sepatu ini adalah alternatif dari Chukka boots yang memiliki cerita yang seru untuk diikuti. Boots ini pertama kali dipakai oleh para pasukan militer Inggris pada perang dunia ke-2 dan menjadi salah satu ikon fashion sampai saat ini.

Sepatu ini pertama kali dirancang oleh Nathan Clark ketika ia ditempatkan di Burma bersama Angkatan Darat Inggris sekitar tahun 1941. Ia melihat banyak pasukan yang tidak bertugas mengenakan sepatu boot suede dengan sol krep dan mereka datang dari pasar di Kairo, Khan elKhalili. Oleh karena itu sepatu ini disebut ‘desert boots’ karena dipakai di gurun dan ternyata mereka membuat khusus sepatu ini karena memiliki daya traksi dan cengkram yang baik. Sepatu ini digunakan sebagai pengganti sepatu boots mereka yang rusak karena tidak bisa tahan dengan kondisi gurun yang keras. Sepatu boots ini berasal dari sepatu veldskoen khas Afrika Selatan.

Clarks Desert Boots

Meski terlihat sama. ada perbedaan mendasar antara desert boots dan chukka. Yang pertama, upper desert boots terbuat dari bahan suede. Dan yang kedua, desert boots menggunak sol krep. Apa itu crepe sole/sol krep? Mengapa sol ini termasuk yang terbaik? Crepe adalah sejenis karet yang secara teknisnya adalah lateks yang terkoagulasi. Lateks koloid ini dipisahkan dari karet selama penyempurnaannya. Permukaannya kasar seperti dinding stucco, dan terasa sedikit lengket ketika diraba. Sol ini memiliki daya tahan yang lebih baik dari sol rata-rata, memiliki daya cengkram yang kuat, traksi yang baik dan meberikan kenyamanan ketika dipakai.

Sumber:

https://bespokeunit.com/shoes/styles/desert-boots/#best

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
There are no products in the cart!
Subtotal
Rp0
Continue Shopping
0