Sepatu Oxford

Di dalam dunia sepatu fashion pria, anda mungkin bingung dengan ribuan jenis sepatu pantofel. Sebenarnya, hanya ada dua kelas besar sepatu yaitu, Oxford dan Derby. Kali ini, kami akan fokus membahas sepatu Oxford, sepatu paling elegan dalam dunia fashion pria.

Sejarah Sepatu Oxford

Sejarah oxford muncul di Inggris. Nama Oxford berasal dari Bahasa Oxon, yang artinya semi-boots dengan potongan samping yang mulai populer di Universitas Oxford tahun 1825. Para mahasiswa tidak menyukai sepatu boots tradisional dan alas kaki ini mulai mengalami transformasi. Supaya lebih nyaman, model dibuat lebih ramping.

Ada juga cerita yang muncul di sekitar Skotlandia dan Irlandia pada waktu yang bersamaan. Orang-orang menyebutnya Balmoral, merujuk pada Kastil Balmoral di Inggris. Alas kaki ini semakin populer sampai ke Amerika tapi masih tidak jelas siapa penemu asli jenis sepatu ini. Oxford baru muncul di Amerika Utara sekitar tahun 1800an. Di Amerika, Oxford disebut Bal-type, berbeda dengan Blutcher-type. Di Perancis, Oxford dikenal dengan nama Richelieu.

Profil Sepatu Oxford

Prinsip gaya sepatu Oxfords adalah sepatu bertali (lacing system), memiliki hak yang pendek, dan tinggi nya dibawah mata kaki. Kebanyakan orang berpikiran sepatu bertali apapun adalah jenis Oxford. Tetapi pemikiran tersebut sebenarnya kurang tepat. Secara kasat mata, Oxford memang sepatu bertali, tapi bukan slip-on, sepatu monk strap atau Chelsea boots. Pada dasarnya, Oxford mempunyai closed lacing system dan Derby mempunyai open lacing system.

Lebih jelas lagi, sepatu Oxfords terdiri dari vamp dan quarter. Vamp atau bagian depan adalah bagian dari sepatu yang menutupi jari dan punggung kaki. Quarter atau bagian belakang adalah bagian dari sepatu bagian atas yang menutupi tumit dan bertemu dengan vamp di bagian tengah kaki. Eyelet tali sepatu terletak di bagian quarter (kecuali wholecut dan sepatu tanpa jahitan). Untuk closed lace system, vamp dijahit di atas quarter dan eyelet tali sepatu dijahit di bawah vamp. Sepatu ini berbeda dengan Derby atau Blutcher, yang eyeletnya berada di atas vamp. Tali sepatu digunakan untuk menyatukan dua quarter dan mengencangkan sepatu ke kaki pemakainya. Ketika masih baru, quarter harus berbentuk seperti huruf V kurus. Setelah mulai biasa dipakai, huruf V nya akan memudar  dan quarternya akan saling bersentuhan. Anda hanya akan melihat lidahnya di top end. Kebanyakan sepatu bergaya Inggris sekarang memiliki 5 pasang eyelet, sedangkan versi Amerika ada 6 pasang. Jaman dulu, 3 atau 4 pasang eyelet sangat jarang, semuanya tergantung pada selera.

Awalnya, sepatu ini berdesain polos, bergaya formal, terbuat dari kulit sapi, namun mereka berevolusi menjadi sepatu gaya yang cocok untuk acara formal, sepatu seragam, atau sepatu sehari-hari. Materialnya pun berubah, sekarang sepatu Oxford banyak terbuat dari kulit sapi muda, kulit paten asli maupun tiruan, suede, dan kanvas. Biasanya mereka berwarna hitam atau coklat, polos maupun berpola (brogue).

Kapan dan Bagaimana Cara Memakai Sepatu Oxford?

Dalam hal gaya dan tren, Oxford biasanya dianggap lebih sebagai sepatu formal. Dengan kata lain, pria lebih memilih memakai sepatu Oxford daripada Derby ketika menghadiri acara resmi karena terlihat lebih halus dan mengkilap. Oxford sangat sempurna bila dipadukan dengan setelan dua atau tiga potong, maupun setelan bisnis apapun. Sepatu ini juga cocok dengan blazers, jaket untuk acara makan malam formal. Oxford bisa juga biasa dipadukan dengan white tie atau setelan kerja kantoran.

Dengan karakternya yang khas yaitu closed lace system dan profilnya yang mulus, sepatu Oxfords pria merupakan disain alas kaki yang paling elegan. Apapun pilihan anda, modern maupun tradisional, Oxford brogues atau semi-brogues, sepatu Oxford harus ada dalam koleksi sepatu anda. Anda dapat menemukan berbagai macam pilihan gaya dan warna dalam koleksi kami di Koku Footwear, desain favorit kami adalah Alex Black yang sangat ideal untuk di kantor, meeting, presentasi, pernikahan, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
There are no products in the cart!
Continue Shopping
0